DROP

Friday, November 30, 2018

Sejarah Bola Eropa

Sejarah Bola Eropa

Awal 1950-an, tiga orang (mantan) administrator sepakbola dari Italia, Prancis, dan Belgia, berkumpul di Basel, Swiss. Mereka antara lain: mantan sekretaris dan presiden Federasi Sepak Bola Italia, Dr Ottorino Barassi, beserta rekan-rekannya dari Federasi Sepakbola Prancis dan Asosiasi Sepak Bola Belgia, Henri Delaunay dan Jose Crahay. Pertemuan tersebut digelar demi satu misi: membentuk badan sepakbola Eropa. Saat itu hanya ada satu badan sepakbola dunia: Federation Internationale de Football Association (FIFA) yang telah berdiri sejak 21 Mei 1904. Setelah mengetahui ada rencana pembentukan badan sepakbola Eropa tersebut, FIFA turut memberi dukungan.

 Menjelang putaran final Piala Dunia 1954 di Swiss dan sebulan setelah perayaan ulang tahun FIFA yang ke-50, badan sepakbola Eropa tersebut akhirnya resmi didirikan di Basel pada 15 Juni 1954 dengan nama Union of Europa Football Association (UEFA).
Kendati didirikan di Swiss, markas pertama UEFA yang pertama justru berada di Paris, Perancis. Sejak Desember 1959, markas mereka dipindahkan ke Bern, ibu kota Swiss. Di sana pun tercatat dua kali markasnya berpindah tempat, yakni pada 1962 dan 1974. 35 tahun bermarkas di Bern, UEFA kemudian pindah Nyon, kota kecil yang terletak di tepi danau Jenewa, Swiss Barat.

Saat pindah ke Nyon, UEFA sempat menyewa satu bagian bangunan milik sebuah perusahaan asuransi, Providentia, sebagai lokasi sementara sambil menunggu markas besarnya selesai dikerjakan. Pada 22 September 1999, markas tersebut akhirnya rampung dan masih menjadi kantor pusat UEFA hingga sekarang.

Perpindahan markas yang kerap dilakukan UEFA didasari oleh pertumbuhan jumlah karyawan. Jika jumlahnya semakin banyak, maka UEFA akan kembali berpindah tempat. Pada tahun 1960, UEFA hanya memiliki tiga orang staf penuh waktu. Sejak Juni 2017, terdapat 455 staf dari berbagai negara di Eropa yang bekerja di UEFA sebagai administrator, sekretaris, spesialis IT, pelatih, wartawan, hingga penerjemah.

Terkait pemilihan lokasi di Swiss, negara tersebut memang menjadi lokasi favorit untuk mendirikan kantor badan olahraga. Selain UEFA, markas besar FIFA pun juga berada di Swiss, tepatnya di Zurich. Sementara kantor Komite Olimpiade Internasional, IOC (International Olympic Committee) juga berada di Lausanne sejak tahun 1915. Hingga saat ini, tercatat sekitar 50 badan olahraga yang berkantor di Swiss, termasuk Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Mengapa kemudian Swiss menjadi favorit bukan tanpa alasan. Menurut Piermarco Zen-Ruffinen, pakar hukum olahraga dari Neuchatel University, hal tersebut dikarenakan beberapa faktor seperti lokasi geografis, tenaga kerja yang sangat berkualitas, stabilitas politik, netralitas, keamanan, kualitas hidup, peraturan pajak hingga persoalan hukum.

"Undang-undang Swiss terkair berbagai asosiasi sangat sederhana dan sangat fleksibel. Selain itu, proses legislatif yang cenderung lambat menawarkan banyak jaminan hukum," ujarnya.

Mengenai keamanan, Swiss sendiri sejak dulu dikenal sebagai negara netral tertua di dunia. Selama lebih dari 200 tahun mereka absen dalam segala jenis perang, termasuk Perang Dunia I & II. Perang terakhir yang melibatkan Swiss adalah saat Napoleonic Era.

Adapun Presiden UEFA pertama bernama Ebbe Schwartz, mantan ketua federasi sepakbola Denmark. Ia dipilih pada 22 Juni 1954. Sementara Henri Delaunay menjabat sebagai sekretaris jenderal pertama UEFA hingga kemudian ia digantikan oleh putranya, Pierre Delaunay, sejak 8 Juni 1956.

Pada awal berdirinya, terdapat 25 asosiasi sepakbola negara Eropa yang tergabung dengan UEFA. Jumlah tersebut kemudian membengkak dua kali lipat setelah negara-negara adidaya Eropa Timur, seperti Uni Soviet dan Yugoslavia, mengalami perpecahan. Hingga saat ini tercatat ada 55 asosiasi sepak bola nasional yang bernaung di bawah mereka.

No comments:

Post a Comment